"KONDISI KESEHATAN DAN PSIKOLOGIS WARGA GAZA DARI PENINDASAN KAUM ZIONIS"

Kondisi Kesehatan dan Psikologis warga Gaza dari Penindasan Kaum Zionis.


Penindasan kaum Zionis telah mempengaruhi kesehatan dan psikologis warga Gaza. Sejak 2007, Israel telah melakukan blokade yang diperketat di daerah kantong pantai, rumah bagi lebih dari 2,3 juta orang. Akibatnya, lebih dari 54 persen warga Gaza menderita kondisi hidup yang sulit akibat pengangguran, sementara sekitar 85 persen hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih dari setengah penduduk Jalur Gaza menderita masalah psikologis, sebagai akibat dari blokade yang diberlakukan Israel dan Mesir selama lebih dari satu dekade. Antara 50 hingga 60 persen penduduk Gaza menjadi sasaran kekerasan Israel, yang berdampak pada kesehatan mental mereka. 
Penindasan kaum Zionis telah mempengaruhi kesehatan dan psikologis warga Gaza. Sejak 2007, Israel telah melakukan blokade yang diperketat di daerah kantong pantai, rumah bagi lebih dari 2,3 juta orang. Akibatnya, lebih dari 54 persen warga Gaza menderita kondisi hidup yang sulit akibat pengangguran, sementara sekitar 85 persen hidup di bawah garis kemiskinan. Lebih dari setengah penduduk Jalur Gaza menderita masalah psikologis, sebagai akibat dari blokade yang diberlakukan Israel dan Mesir selama lebih dari satu dekade. Antara 50 hingga 60 persen penduduk Gaza menjadi sasaran kekerasan Israel, yang berdampak pada kesehatan mental mereka.

Krisis Kemanusiaan dan Kesehatan di Gaza

Krisis kemanusiaan dan kesehatan di Gaza merupakan sebuah situasi yang sangat buruk yang melanda penduduk wilayah tersebut. Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan bahwa krisis ini adalah sebuah "bom waktu" yang akan menyebabkan kematian banyak orang akibat kelaparan, kehausan, dan wabah penyakit menular.


Sebanyak 2,3 juta penduduk Jalur Gaza menghadapi krisis kelaparan dan risiko kelaparan yang tinggi setiap hari. Warga Gaza dikabarkan terpaksa makan rumput lantaran krisis makanan hebat imbas agresi Israel. Serangan Israel di Gaza menyebabkan 85 persen penduduk mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih, dan akses kesehatan. Situasi ini menyebabkan banyak orang Palestina mengungsi ke Rafah, yang menjadi pintu masuk bagi bantuan kemanusiaan. Krisis ini telah menewaskan 27.947 orang, dengan lebih dari 12 ribu di antaranya merupakan anak-anak dan 8.190 lainnya perempuan.

Rusaknya Psikologi Anak di Gaza Akibat Penindasan Zionis

Anak-anak di Gaza juga mengalami trauma akut sebagai akibat perang, dengan rata-rata hampir 110 anak setiap hari menjadi korban pemboman oleh pasukan Israel. Sebagian dari mereka bereaksi langsung dan mengungkapkan ketakutannya, meskipun mungkin memerlukan penanganan segera.

Sekitar setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza adalah anak-anak, yang dimana sejak tanggal 7 Oktober, mereka terus-menerus hidup di bawah pemboman. Akibatnya kesehatan mental anak Gaza sangat membutuhkan pertolongan.

Banyak warga yang mengungsi ke tempat penampungan sementara di sekolah-sekolah yang dikelola PBB setelah meninggalkan rumah mereka dikarenakan kurangnya akses terhadap makanan atau air bersih.

Kesehatan mental warga Gaza terus berkembang menjadi masalah yang parah, terutama karena kurangnya pusat khusus yang memadai untuk merawat orang yang menderita masalah kesehatan mental. "Cederanya tidak sebatas badan, tapi ada luka psikis yang berdampak negatif yang bisa lebih parah dari luka fisik," ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Mental Kemenkes Gaza.

Gejala trauma pada anak-anak di Gaza akibat konflik Israel-Palestina antara lain kejang-kejang, mengompol, ketakutan, perilaku agresif, gugup, dan tidak meninggalkan orang tua. Anak-anak di Gaza mengalami trauma kumulatif dari kekerasan etnis yang terus berlangsung.


Sangat disayangkan jika kesehatan ini tidak ditangani secara cepat dan baik karena ini akan bendampak tragis pada kesehatan mental dan fisik anak-anak Gaza.

Postingan populer dari blog ini

Penyesalan!